Mitos Dalam Canda
Tiga minggu yang lalu ada hal yang membuatku tertawa tapi juga bingung. Gini ceritanya ;
Malam sebelum keesokan harinya aku harus terbang ke Seoul. Tiba2 pada pukul 22 aku kebingungan mencari kunci lemari pakaianku. aku benar-benar lupa dimana aku menyimpan kunci lemariku, biasanya aku punya tempat khusus untuk menyimpan kunci lemari. Tapi kali ini, sang kunci tidak bertengger disana.
Panik pastinya karena pasport dan tas tanganku ada di dalam lemari. Pembantu, anak dan suamiku aku kerahkan untuk membantuku mencari dimana kunci lemariku berada.
Pertanyaan yang pasti dilontarkan oleh semua orang kalau ada seseorang kehilangan sesuatu adalah' tadi disimpan dimana?' Sebel..., sebel. Kalau aku ingat aku simpan dimana pasti aku tidak kebingungan mencari kunci lemariku.
Sudah lebih dari 1 jam, seisi kamar tidurku diaduk-aduk sama pembantu, anak dan suamiku. Kepanikanku semakin memuncak dan membuatku hampir menangis.. Biar udah tua, boleh dong nangis.
Di antara keputusasaanku dan mereka yang membantuku mencari keberadaan kunci lemariku. Tiba-tiba pembantuku nyeletuk, "Bu, udah deh istirahat dulu nyarinya. Saya yakin nanti pasti ketemu. Kunci lemari Ibu lagi dipinjam sama anaknya penunggu rumah ini, buat mainan anaknya biar ga rewel."
Kamipun menyetujui usul pembantuku, berhenti mencari kunci lemariku. Selain itu kami berempat sudah lelah, setelah lebih dari 1 jam membongkar dan mengatur kembali semua laci dan sudut-sudut kamar tidurku.
Sambil menyelonjorkan kaki, aku teringat ucapan pembantuku tentang anak penunggu rumahku yang meminjam kunci lemariku untuk mainan anaknya. Hahahahaaa... Aku tertawa sendiri terbahak-bahak sampai suamiku kaget.
Pikiranku tersangkut pada mitos yang sering kudengar sejak aku kecil tentang penunggu rumah. Setiap kali ada barang yang hilang atau terselip dan sulit ditemukan, di kalangan orang Jawa selalu mengatakan hal yang sama dengan pembantuku. Mitos tersebut seolah-olah sudah menyatu dengan kehidupan orang Jawa.
Di antara kelelahanku dalam hati aku berdoa memohon pertolongan Tuhan untuk membantuku menemukan kunci lemariku. Kedengarannya lucu tapi itulah yang aku lakukan, aku berdialog dengan Tuhan seperti aku berbicara dengan manusia. Aku katakan,"Tuhan besok aku berangkat ke Seoul. Sekarang kunci lemari pakaianku terselip. Bantulah aku Tuhan untuk menemukan dimana kunci lemariku berada. Kalau kunci itu tidak ketemu aku tidak akan bisa berangkat karena pasport dan tasku ada di dalam lemari itu".
Kira-kira 1 jam kemudian di antara mimpi yang hampir saja hadir dalam tidurku. Aku merasa seperti ada membangunkanku. Dalam sekejap aku melompat dari tempat tidur dan anehnya aku langsung membuka laci meja riasku. Dan.... kunci lemariku tergolek santai di dalamnya.
Wiiddiihhh... laci meja riasku sudah berulang kali dibuka, dibongkar, ditutup, dibuka lagi, dibongkar lagi oleh mereka yang membantuku mencari keberadaan kunci lemariku.
Lama aku tertegun..., bengong, Pasti tidak percaya pada mataku sendiri dan kunci lemari yang sekarang berada di tanganku. Sesudah sadar, kunci itu ketemu. Kuciumi kunci lemari sambil mengucapkan terima kasih ke pada Tuhan yang sudah membantuku menemukan kunci lemariku.
Pada penunggu rumahku? Heheheee... akupun mengucapkan terima kasih karena sudah mengembalikan kunci lemariku ke tempatnya.
Manusia itu punya keterbatasan memori seperti yang aku alami. Aku sama sekali tidak ingat menyimpan kunci lemariku di dalam laci meja riasku. Selama puluhan tahun aku tinggal di rumahku ini aku tidak pernah menyimpan kunci lemari di laci meja rias. Pertimbangannya meja riasku bisa dibuka dengan mudah oleh siapapun yang masuk ke dalam kamar tidurku...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar